package programjtextarea;
import java.*;
import java.awt.*;
import javax.swing.*;
public class ProgramJTextArea extends JFrame
{
private DeskripsiPanel dskPanel=new DeskripsiPanel();
public static void main(String[] args) {
ProgramJTextArea frame=new ProgramJTextArea();
frame.pack();
frame.setDefaultCloseOperation(JFrame.EXIT_ON_CLOSE);
frame.setTitle("Mendemonstrasikan JTextArea");
frame.setVisible(true);
}
public ProgramJTextArea()
{
dskPanel.setTitle("Green");
String description = "Penghijauan\n\n"+
"\nAdalah Penghijauan yang bersejarah"+
"\nBukti sejarah yang terletak di Pulau samosir"+
"\nPenghijauan ini salah satu yang ter indah di indonesia";
dskPanel.setTextDescription(description);
ImageIcon FolderGambar = new ImageIcon("FolderGambar/Green.gif");
dskPanel.setImageIcon(FolderGambar);
getContentPane().setLayout(new BorderLayout());
getContentPane().add(dskPanel,BorderLayout.CENTER);
}
}
class DeskripsiPanel extends JPanel
{
private JLabel labelImage = new JLabel();
private JLabel labelText = new JLabel();
private JTextArea textarea;
public DeskripsiPanel()
{
JPanel panel = new JPanel();
panel.setLayout(new BorderLayout());
panel.add(labelImage,BorderLayout.CENTER);
panel.add(labelText,BorderLayout.SOUTH);
textarea = new JTextArea();
JScrollPane scrollPane = new JScrollPane(textarea);
labelText.setHorizontalAlignment(JLabel.CENTER);
labelText.setFont(new Font("SansSerif",Font.BOLD,16));
textarea.setFont(new Font("Serif",Font.PLAIN,14));
textarea.setLineWrap(true);
textarea.setWrapStyleWord(true);
scrollPane.setPreferredSize(new Dimension(300,150));
setLayout(new BorderLayout());
add(scrollPane,BorderLayout.CENTER);
add(panel,BorderLayout.WEST);
}
public void setLine(String title)
{
labelText.setText(title);
}
public void setImageIcon(ImageIcon icon)
{
labelImage.setIcon(icon);
Dimension dimension = new Dimension(icon.getIconWidth(),icon.getIconHeight());
labelImage.setPreferredSize(dimension);
}
public void setTextDecription(String text)
{
textarea.setText(text);
}
}
Yoannes J P Sinaga
Rabu, 03 Desember 2014
Selasa, 25 November 2014
Perbedaan Antara penjadwalan preemptive dan nonpreemptive
Perbedaan antara penjadwalan preemptive dan nonpreemptive
Sebutkan perbedaan antara penjadwalan preemptive dan nonpreemptive!
# Penjadwalan preemptive
Keputusan penjadwalan CPU dilakukan apabila proses berpindah dari keadaan running
ke ready atau proses berpindah dari waiting ke ready.
# Penjadwalan non preemptive
Keputusan penjadwalan CPU dilakukan apabila proses berpindah dari running
ke waiting atau apabila proses berhenti.
Ada 3 model multithreading, sebutkan dan jelaskan!
#Model Many-to-One . Model ini memetakan beberapa User level threads ke sebuah kernel level threads. Pengaturan thread dilakukan dalam ruang pengguna sehingga efisien. Hanya satu thread pengguna yang dapat mengakses thread kernel pada satu saat. Jadi Multiple thread tidak dapat berjalan secara paralel pada multiprosesor. Contoh: Solaris Green Threads dan GNU Portable Threads.
Many to one
#Model One-to-One . Model ini memetakan setiap User level threads ke setiap thread. Ia menyediakan lebih banyak concurrency dibandingkan model Many-to-One. Keuntungannya sama dengan keuntungan thread kernel. Kelemahan model ini ialah setiap pembuatan thread pengguna memerlukan tambahan thread kernel. Karena itu, jika mengimplementasikan sistem ini maka akan menurunkan kinerja dari sebuah aplikasi sehingga biasanya jumlah thread dibatasi dalam sistem. Contoh: Windows NT/XP/2000 , Linux, Solaris 9.
One to One
#Model Many-to-Many . Model ini memultipleks banyak User level threads ke kernel level threads yang jumlahnya sedikit atau sama dengan tingkatan pengguna. Model ini mengizinkan developer membuat thread sebanyak yang ia mau tetapi concurrency tidak dapat diperoleh karena hanya satu thread yang dapat dijadwalkan oleh kernel pada suatu waktu. Keuntungan dari sistem ini ialah kernel thread yang bersangkutan dapat berjalan secara paralel pada multiprosessor.
many to many
Apa kegunaan sistem command interpreter ?
Fungsi Command interpreter, yaitu menyediakan mekanisme agar pengguna dapat membuat permintaan tanpa menulis program.
Jelaskan 4 alasan mengapa proses harus bekerja sama!
#pembagian informasi
#meningkatkan kecepatan komputasi
#proses dapat dibagi dalam modul-modul
#lebih memberikan kenyamanan pada programmer
Apa perbedaan sistem paralel dan sistem terdistribusi?
Jika pada sistem paralel tiap processor dapat menggunakan memori atau clock bersama-sama, sedangkan pada sistem terdistribusi kumpulan processor tidak dapat digunakan secara bersamaan.
Apa yang dimaksud short term schedulerdan long term scheduler?
#Longterm-Scheduler (job scheduler), menyeleksi proses-proses mana yang harus
dibawa ke ready queue. long-term scheduler terjadi sangat jarang (dalam
detik atau menit), sehingga setiap proses dijadwal dengan lambat. Long-term scheduler
digunakan untuk mengontrol tingkat multiprogramming.
#Short-term Scheduler (CPU scheduler), memilih proses-proses yang siap untuk
dieksekusi, dan mengakolakasikan CPU ke salah satu dari proses-proses tersebut. Short-term scheduler terjadi sangat sering (dalam milidetik), jadi setiap proses dijadwal dengan cepat,
Rabu, 19 November 2014
Sejarah Batak
Sejarah Asal Usul Suku Batak- Batak merupakan salah satu suku bangsa yang ada di Indonesia. Nama ini merupakan sebuah terma kolektif untuk mengindentifikasikan beberapa suku bangsa yang bermukim dan berasal dari Tapanuli, Sumatera Timur dan di Sumatera Utara. Suku bangsa yang dikategorikan sebagai Batak adalah Batak Toba, Batak Karo, Batak Pakpak, Batak Simalungun, Batak Angkola dan Batak Mandailing. Mayoritas orang batak menganut agama Kristen dan sisanya beragama Islam. Tetapi ada juga yang menganut agama Malim dan juga menganut kepercayaan Animisme (disebut juga sipelebegu atau parbegu), penganut kedua kepercayaan ini saat ini sudah semakin berkurang. Berikut ini mari kita simak Sejarah Asal Usul Suku Batak
Suku Batak
Sejarah Suku Batak
Orang Batak adalah penutur bahasa Austronesia namun tidak diketahui kapan nenek moyang orang Batak pertama kali bermukim di Tapanuli dan Sumatera Timur. Bahasa dan bukti-bukti arkeologi menunjukkan bahwa orang yang berbahasa Austronesia dari Taiwan telah berpindah ke wilayah Filipina dan Indonesia sekitar 2.500 tahun lalu, yaitu di zaman batu muda (Neolitikum). Karena hingga sekarang belum ada artefak Neolitikum (Zaman Batu Muda) yang ditemukan di wilayah Batak maka dapat diduga bahwa nenek moyang Batak baru bermigrasi ke Sumatera Utara di zaman logam. Pada abad ke-6, pedagang-pedagang Tamil asal India mendirikan kota dagang Barus, di pesisir barat Sumatera Utara. Mereka berdagang kapur Barus yang diusahakan oleh petani-petani di pedalaman. Kapur Barus dari tanah Batak bermutu tinggi sehingga menjadi salah satu komoditas ekspor di samping kemenyan. Pada abad ke-10, Barus diserang oleh Sriwijaya. Hal ini menyebabkan terusirnya pedagang-pedagang Tamil dari pesisir Sumatera. Pada masa-masa berikutnya, perdagangan kapur Barus mulai banyak dikuasai oleh pedagang Minangkabau yang mendirikan koloni di pesisir barat dan timur Sumatera Utara. Koloni-koloni mereka terbentang dari Barus, Sorkam, hingga Natal.
Identitas Batak
R.W Liddle mengatakan, bahwa sebelum abad ke-20 di Sumatera bagian utara tidak terdapat kelompok etnis sebagai satuan sosial yang koheren. Menurutnya sampai abad ke-19, interaksi sosial di daerah itu hanya terbatas pada hubungan antar individu, antar kelompok kekerabatan, atau antar kampung. Dan hampir tidak ada kesadaran untuk menjadi bagian dari satuan-satuan sosial dan politik yang lebih besar. Pendapat lain mengemukakan, bahwa munculnya kesadaran mengenai sebuah keluarga besar Batak baru terjadi pada zaman kolonial. Dalam disertasinya J. Pardede mengemukakan bahwa istilah "Tanah Batak" dan "rakyat Batak" diciptakan oleh pihak asing. Sebaliknya, Siti Omas Manurung, seorang istri dari putra pendeta Batak Toba menyatakan, bahwa sebelum kedatangan Belanda, semua orang baik karo maupun Simalungun mengakui dirinya sebagai Batak, dan Belandalah yang telah membuat terpisahnya kelompok-kelompok tersebut. Sebuah mitos yang memiliki berbagai macam versi menyatakan, bahwa Pusuk Buhit, salah satu puncak di barat Danau Toba, adalah tempat "kelahiran" bangsa Batak. Selain itu mitos-mitos tersebut juga menyatakan bahwa nenek moyang orang Batak berasal dari Samosir.
Terbentuknya masyarakat Batak yang tersusun dari berbagai macam marga, sebagian disebabkan karena adanya migrasi keluarga-keluarga dari wilayah lain di Sumatra. Penelitian penting tentang tradisi Karo dilakukan oleh J.H Neumann, berdasarkan sastra lisan dan transkripsi dua naskah setempat, yaitu Pustaka Kembaren dan Pustaka Ginting. Menurut Pustaka Kembaren, daerah asal marga Kembaren dari Pagaruyung di Minangkabau. Orang Tamil diperkirakan juga menjadi unsur pembentuk masyarakat Karo. Hal ini terlihat dari banyaknya nama marga Karo yang diturunkan dari Bahasa Tamil. Orang-orang Tamil yang menjadi pedagang di pantai barat, lari ke pedalaman Sumatera akibat serangan pasukan Minangkabau yang datang pada abad ke-14 untuk menguasai Barus.
Misionaris Kristen
Pada tahun 1824, dua misionaris Baptist asal Inggris, Richard Burton dan Nathaniel Ward berjalan kaki dari Sibolga menuju pedalaman Batak. Setelah tiga hari berjalan, mereka sampai di dataran tinggi Silindung dan menetap selama dua minggu di pedalaman. Dari penjelajahan ini, mereka melakukan observasi dan pengamatan langsung atas kehidupan masyarakat Batak. Pada tahun 1834, kegiatan ini diikuti oleh Henry Lyman dan Samuel Munson dari Dewan Komisaris Amerika untuk Misi Luar Negeri.
Pada tahun 1850, Dewan Injil Belanda menugaskan Herman Neubronner Van der Tuuk untuk menerbitkan buku tata bahasa dan kamus bahasa Batak - Belanda. Hal ini bertujuan untuk memudahkan misi-misi kelompok Kristen - Belanda dan Jerman berbicara dengan masyarakat Toba dan Simalungun yang menjadi sasaran pengkristenan mereka.
Misionaris pertama asal Jerman tiba di lembah sekitar Danau Toba pada tahun 1861, dan sebuah misi pengkristenan dijalankan pada tahun 1881 oleh Dr. Ludwig Ingwer Nommensen. Kitab Perjanjian Baru untuk pertama kalinya diterjemahkan ke bahasa Batak Toba oleh Nommensen pada tahun 1869 dan penerjemahan Kitab Perjanjian Lama diselesaikan oleh P. H. Johannsen pada tahun 1891. Teks terjemahan tersebut dicetak dalam huruf latin di Medan pada tahun 1893. Menurut H. O. Voorma, terjemahan ini tidak mudah dibaca, agak kaku, dan terdengar aneh dalam bahasa Batak.
Masyarakat Toba dan Karo menyerap agama Kristen dengan cepat, dan pada awal abad ke-20 telah menjadikan Kristen sebagai identitas budaya. Pada masa ini merupakan periode kebangkitan kolonialisme Hindia Belanda, dimana banyak orang Batak sudah tidak melakukan perlawanan lagi dengan pemerintahan kolonial. Perlawanan secara gerilya yang dilakukan oleh orang-orang Batak Toba berakhir pada tahun 1907, setelah pemimpin kharismatik mereka, Sisingamangaraja XII wafat.
Gereja HKBP
Gereja Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) telah berdiri di Balige pada bulan September 1917. Pada akhir tahun 1920-an, sebuah sekolah perawat memberikan pelatihan perawatan kepada bidan-bidan disana. Kemudian pada tahun 1941, Gereja Batak Karo Protestan (GBKP) didirikan.
Salam Khas Batak
Tiap puak Batak memiliki salam khasnya masing masing. Meskipun suku Batak terkenal dengan salam Horasnya, namun masih ada dua salam lagi yang kurang populer di masyarakat yakni Mejuah juah dan Njuah juah. Horas sendiri masih memiliki penyebutan masing masing berdasarkan puak yang menggunakannya
1. Pakpak “Njuah-juah Mo Banta Karina!”
2. Karo “Mejuah-juah Kita Krina!”
3. Toba “Horas Jala Gabe Ma Di Hita Saluhutna!”
4. Simalungun “Horas banta Haganupan, Salam Habonaran Do Bona!”
5. Mandailing dan Angkola “Horas Tondi Madingin Pir Ma Tondi Matogu, Sayur Matua Bulung!”
Kekerabatan
Kekerabatan adalah menyangkut hubungan hukum antar orang dalam pergaulan hidup. Ada dua bentuk kekerabatan bagi suku Batak, yakni berdasarkan garis keturunan (genealogi) dan berdasarkan sosiologis, sementara kekerabatan teritorial tidak ada.
Bentuk kekerabatan berdasarkan garis keturunan (genealogi) terlihat dari silsilah marga mulai dari Si Raja Batak, dimana semua suku bangsa Batak memiliki marga. Sedangkan kekerabatan berdasarkan sosiologis terjadi melalui perjanjian (padan antar marga tertentu) maupun karena perkawinan. Dalam tradisi Batak, yang menjadi kesatuan Adat adalah ikatan sedarah dalam marga, kemudian Marga. Artinya misalnya Harahap, kesatuan adatnya adalah Marga Harahap vs Marga lainnya. Berhubung bahwa Adat Batak/Tradisi Batak sifatnya dinamis yang seringkali disesuaikan dengan waktu dan tempat berpengaruh terhadap perbedaan corak tradisi antar daerah.
Adanya falsafah dalam perumpamaan dalam bahasa Batak Toba yang berbunyi: Jonok dongan partubu jonokan do dongan parhundul. merupakan suatu filosofi agar kita senantiasa menjaga hubungan baik dengan tetangga, karena merekalah teman terdekat. Namun dalam pelaksanaan adat, yang pertama dicari adalah yang satu marga, walaupun pada dasarnya tetangga tidak boleh dilupakan dalam pelaksanaan Adat.
Falsafah dan Sistem Kemasyarakatan
Masyarakat Batak memiliki falsafah, azas sekaligus sebagai struktur dan sistem dalam kemasyarakatannya yakni yang dalam Bahasa Batak Toba disebut Dalihan na Tolu. Berikut penyebutan Dalihan Natolu menurut keenam puan batak:
1. Dalihan Na Tolu (Toba)
• Somba Marhula-hula
• Manat Mardongan Tubu
• Elek Marboru
2. Dalian Na Tolu (Mandailing dan Angkola)
• Hormat Marmora
• Manat Markahanggi
• Elek Maranak Boru
3. Tolu Sahundulan (Simalungun)
• Martondong Ningon Hormat, Sombah
• Marsanina Ningon Pakkei, Manat
• Marboru Ningon Elek, Pakkei
4. Rakut Sitelu (Karo)
• Nembah Man Kalimbubu
• Mehamat Man Sembuyak
• Nami-nami Man Anak Beru
5. Daliken Sitelu (Pakpak)
• Sembah Merkula-kula
• Manat Merdengan Tubuh
• Elek Marberru
Namun bukan berarti ada kasta dalam sistem kekerabatan Batak. Sistem kekerabatan Dalihan na Tolu adalah bersifat kontekstual. Sesuai konteksnya, semua masyarakat Batak pasti pernah menjadi Hulahula, juga sebagai Dongan Tubu, juga sebagai Boru. Jadi setiap orang harus menempatkan posisinya secara kontekstual.
Sehingga dalam tata kekerabatan, semua orang Batak harus berperilaku 'raja'. Raja dalam tata kekerabatan Batak bukan berarti orang yang berkuasa, tetapi orang yang berperilaku baik sesuai dengan tata krama dalam sistem kekerabatan Batak. Maka dalam setiap pembicaraan adat selalu disebut Raja ni Hulahula, Raja no Dongan Tubu dan Raja ni Boru.
Kontroversi
Sebagian orang Karo, Angkola, dan Mandailing tidak menyebut dirinya sebagai bagian dari suku Batak. Wacana itu muncul disebabkan karena pada umumnya kategori "Batak" dipandang rendah oleh bangsa-bangsa lain. Selain itu, perbedaan agama juga menyebabkan sebagian orang Tapanuli tidak ingin disebut sebagai Batak. Di pesisir timur laut Sumatera, khususnya di Kota Medan, perpecahan ini sangat terasa. Terutama dalam hal pemilihan pemimpin politik dan perebutan sumber-sumber ekonomi. Sumber lainnya menyatakan kata Batak ini berasal dari rencana Gubernur Jenderal Raffles yang membuat etnik Kristen yang berada antara Kesultanan Aceh dan Kerajaan Islam Minangkabau, di wilayah Barus Pedalaman, yang dinamakan Batak. Generalisasi kata Batak terhadap etnik Mandailing (Angkola) dan Karo, umumnya tak dapat diterima oleh keturunan asli wilayah itu. Demikian juga di Angkola, yang terdapat banyak pengungsi muslim yang berasal dari wilayah sekitar Danau Toba dan Samosir, akibat pelaksanaan dari pembuatan afdeeling Bataklanden oleh pemerintah Hindia Belanda, yang melarang penduduk muslim bermukim di wilayah tersebut.
Konflik terbesar adalah pertentangan antara masyarakat bagian utara Tapanuli dengan selatan Tapanuli, mengenai identitas Batak dan Mandailing. Bagian utara menuntut identitas Batak untuk sebagain besar penduduk Tapanuli, bahkan juga wilayah-wilayah di luarnya. Sedangkan bagian selatan menolak identitas Batak, dengan bertumpu pada unsur-unsur budaya dan sumber-sumber dari Barat. Penolakan masyarakat Mandailing yang tidak ingin disebut sebagai bagian dari etnis Batak, sempat mencuat ke permukaan dalam Kasus Syarikat Tapanuli (1919-1922), Kasus Pekuburan Sungai Mati (1922), dan Kasus Pembentukan Propinsi Tapanuli (2008-2009).
Dalam sensus penduduk tahun 1930 dan 2000, pemerintah mengklasifikasikan Simalungun, Karo, Toba, Mandailing, Pakpak dan Angkola sebagai etnis Batak.
Diposkan oleh Yoannes Sinaga di 11.48 Tidak ada komentar:
Kirimkan Ini lewat Email
BlogThis!
Berbagi ke Twitter
Berbagi ke Facebook
Bagikan ke Pinterest
SEJARAH ASAL SUKU BATAK
Sejarah Asal Usul Suku Batak
Posted by Aris Fourtofour on Kamis, 15 November 2012
Sejarah Asal Usul Suku Batak- Batak merupakan salah satu suku bangsa yang ada di Indonesia. Nama ini merupakan sebuah terma kolektif untuk mengindentifikasikan beberapa suku bangsa yang bermukim dan berasal dari Tapanuli, Sumatera Timur dan di Sumatera Utara. Suku bangsa yang dikategorikan sebagai Batak adalah Batak Toba, Batak Karo, Batak Pakpak, Batak Simalungun, Batak Angkola dan Batak Mandailing. Mayoritas orang batak menganut agama Kristen dan sisanya beragama Islam. Tetapi ada juga yang menganut agama Malim dan juga menganut kepercayaan Animisme (disebut juga sipelebegu atau parbegu), penganut kedua kepercayaan ini saat ini sudah semakin berkurang. Berikut ini mari kita simak Sejarah Asal Usul Suku Batak
Suku Batak
Sejarah Suku Batak
Orang Batak adalah penutur bahasa Austronesia namun tidak diketahui kapan nenek moyang orang Batak pertama kali bermukim di Tapanuli dan Sumatera Timur. Bahasa dan bukti-bukti arkeologi menunjukkan bahwa orang yang berbahasa Austronesia dari Taiwan telah berpindah ke wilayah Filipina dan Indonesia sekitar 2.500 tahun lalu, yaitu di zaman batu muda (Neolitikum). Karena hingga sekarang belum ada artefak Neolitikum (Zaman Batu Muda) yang ditemukan di wilayah Batak maka dapat diduga bahwa nenek moyang Batak baru bermigrasi ke Sumatera Utara di zaman logam. Pada abad ke-6, pedagang-pedagang Tamil asal India mendirikan kota dagang Barus, di pesisir barat Sumatera Utara. Mereka berdagang kapur Barus yang diusahakan oleh petani-petani di pedalaman. Kapur Barus dari tanah Batak bermutu tinggi sehingga menjadi salah satu komoditas ekspor di samping kemenyan. Pada abad ke-10, Barus diserang oleh Sriwijaya. Hal ini menyebabkan terusirnya pedagang-pedagang Tamil dari pesisir Sumatera. Pada masa-masa berikutnya, perdagangan kapur Barus mulai banyak dikuasai oleh pedagang Minangkabau yang mendirikan koloni di pesisir barat dan timur Sumatera Utara. Koloni-koloni mereka terbentang dari Barus, Sorkam, hingga Natal.
Identitas Batak
R.W Liddle mengatakan, bahwa sebelum abad ke-20 di Sumatera bagian utara tidak terdapat kelompok etnis sebagai satuan sosial yang koheren. Menurutnya sampai abad ke-19, interaksi sosial di daerah itu hanya terbatas pada hubungan antar individu, antar kelompok kekerabatan, atau antar kampung. Dan hampir tidak ada kesadaran untuk menjadi bagian dari satuan-satuan sosial dan politik yang lebih besar. Pendapat lain mengemukakan, bahwa munculnya kesadaran mengenai sebuah keluarga besar Batak baru terjadi pada zaman kolonial. Dalam disertasinya J. Pardede mengemukakan bahwa istilah "Tanah Batak" dan "rakyat Batak" diciptakan oleh pihak asing. Sebaliknya, Siti Omas Manurung, seorang istri dari putra pendeta Batak Toba menyatakan, bahwa sebelum kedatangan Belanda, semua orang baik karo maupun Simalungun mengakui dirinya sebagai Batak, dan Belandalah yang telah membuat terpisahnya kelompok-kelompok tersebut. Sebuah mitos yang memiliki berbagai macam versi menyatakan, bahwa Pusuk Buhit, salah satu puncak di barat Danau Toba, adalah tempat "kelahiran" bangsa Batak. Selain itu mitos-mitos tersebut juga menyatakan bahwa nenek moyang orang Batak berasal dari Samosir.
Terbentuknya masyarakat Batak yang tersusun dari berbagai macam marga, sebagian disebabkan karena adanya migrasi keluarga-keluarga dari wilayah lain di Sumatra. Penelitian penting tentang tradisi Karo dilakukan oleh J.H Neumann, berdasarkan sastra lisan dan transkripsi dua naskah setempat, yaitu Pustaka Kembaren dan Pustaka Ginting. Menurut Pustaka Kembaren, daerah asal marga Kembaren dari Pagaruyung di Minangkabau. Orang Tamil diperkirakan juga menjadi unsur pembentuk masyarakat Karo. Hal ini terlihat dari banyaknya nama marga Karo yang diturunkan dari Bahasa Tamil. Orang-orang Tamil yang menjadi pedagang di pantai barat, lari ke pedalaman Sumatera akibat serangan pasukan Minangkabau yang datang pada abad ke-14 untuk menguasai Barus.
Misionaris Kristen
Pada tahun 1824, dua misionaris Baptist asal Inggris, Richard Burton dan Nathaniel Ward berjalan kaki dari Sibolga menuju pedalaman Batak. Setelah tiga hari berjalan, mereka sampai di dataran tinggi Silindung dan menetap selama dua minggu di pedalaman. Dari penjelajahan ini, mereka melakukan observasi dan pengamatan langsung atas kehidupan masyarakat Batak. Pada tahun 1834, kegiatan ini diikuti oleh Henry Lyman dan Samuel Munson dari Dewan Komisaris Amerika untuk Misi Luar Negeri.
Pada tahun 1850, Dewan Injil Belanda menugaskan Herman Neubronner Van der Tuuk untuk menerbitkan buku tata bahasa dan kamus bahasa Batak - Belanda. Hal ini bertujuan untuk memudahkan misi-misi kelompok Kristen - Belanda dan Jerman berbicara dengan masyarakat Toba dan Simalungun yang menjadi sasaran pengkristenan mereka.
Misionaris pertama asal Jerman tiba di lembah sekitar Danau Toba pada tahun 1861, dan sebuah misi pengkristenan dijalankan pada tahun 1881 oleh Dr. Ludwig Ingwer Nommensen. Kitab Perjanjian Baru untuk pertama kalinya diterjemahkan ke bahasa Batak Toba oleh Nommensen pada tahun 1869 dan penerjemahan Kitab Perjanjian Lama diselesaikan oleh P. H. Johannsen pada tahun 1891. Teks terjemahan tersebut dicetak dalam huruf latin di Medan pada tahun 1893. Menurut H. O. Voorma, terjemahan ini tidak mudah dibaca, agak kaku, dan terdengar aneh dalam bahasa Batak.
Masyarakat Toba dan Karo menyerap agama Kristen dengan cepat, dan pada awal abad ke-20 telah menjadikan Kristen sebagai identitas budaya. Pada masa ini merupakan periode kebangkitan kolonialisme Hindia Belanda, dimana banyak orang Batak sudah tidak melakukan perlawanan lagi dengan pemerintahan kolonial. Perlawanan secara gerilya yang dilakukan oleh orang-orang Batak Toba berakhir pada tahun 1907, setelah pemimpin kharismatik mereka, Sisingamangaraja XII wafat.
Gereja HKBP
Gereja Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) telah berdiri di Balige pada bulan September 1917. Pada akhir tahun 1920-an, sebuah sekolah perawat memberikan pelatihan perawatan kepada bidan-bidan disana. Kemudian pada tahun 1941, Gereja Batak Karo Protestan (GBKP) didirikan.
Salam Khas Batak
Tiap puak Batak memiliki salam khasnya masing masing. Meskipun suku Batak terkenal dengan salam Horasnya, namun masih ada dua salam lagi yang kurang populer di masyarakat yakni Mejuah juah dan Njuah juah. Horas sendiri masih memiliki penyebutan masing masing berdasarkan puak yang menggunakannya
1. Pakpak “Njuah-juah Mo Banta Karina!”
2. Karo “Mejuah-juah Kita Krina!”
3. Toba “Horas Jala Gabe Ma Di Hita Saluhutna!”
4. Simalungun “Horas banta Haganupan, Salam Habonaran Do Bona!”
5. Mandailing dan Angkola “Horas Tondi Madingin Pir Ma Tondi Matogu, Sayur Matua Bulung!”
Kekerabatan
Kekerabatan adalah menyangkut hubungan hukum antar orang dalam pergaulan hidup. Ada dua bentuk kekerabatan bagi suku Batak, yakni berdasarkan garis keturunan (genealogi) dan berdasarkan sosiologis, sementara kekerabatan teritorial tidak ada.
Bentuk kekerabatan berdasarkan garis keturunan (genealogi) terlihat dari silsilah marga mulai dari Si Raja Batak, dimana semua suku bangsa Batak memiliki marga. Sedangkan kekerabatan berdasarkan sosiologis terjadi melalui perjanjian (padan antar marga tertentu) maupun karena perkawinan. Dalam tradisi Batak, yang menjadi kesatuan Adat adalah ikatan sedarah dalam marga, kemudian Marga. Artinya misalnya Harahap, kesatuan adatnya adalah Marga Harahap vs Marga lainnya. Berhubung bahwa Adat Batak/Tradisi Batak sifatnya dinamis yang seringkali disesuaikan dengan waktu dan tempat berpengaruh terhadap perbedaan corak tradisi antar daerah.
Adanya falsafah dalam perumpamaan dalam bahasa Batak Toba yang berbunyi: Jonok dongan partubu jonokan do dongan parhundul. merupakan suatu filosofi agar kita senantiasa menjaga hubungan baik dengan tetangga, karena merekalah teman terdekat. Namun dalam pelaksanaan adat, yang pertama dicari adalah yang satu marga, walaupun pada dasarnya tetangga tidak boleh dilupakan dalam pelaksanaan Adat.
Falsafah dan Sistem Kemasyarakatan
Masyarakat Batak memiliki falsafah, azas sekaligus sebagai struktur dan sistem dalam kemasyarakatannya yakni yang dalam Bahasa Batak Toba disebut Dalihan na Tolu. Berikut penyebutan Dalihan Natolu menurut keenam puan batak:
1. Dalihan Na Tolu (Toba)
• Somba Marhula-hula
• Manat Mardongan Tubu
• Elek Marboru
2. Dalian Na Tolu (Mandailing dan Angkola)
• Hormat Marmora
• Manat Markahanggi
• Elek Maranak Boru
3. Tolu Sahundulan (Simalungun)
• Martondong Ningon Hormat, Sombah
• Marsanina Ningon Pakkei, Manat
• Marboru Ningon Elek, Pakkei
4. Rakut Sitelu (Karo)
• Nembah Man Kalimbubu
• Mehamat Man Sembuyak
• Nami-nami Man Anak Beru
5. Daliken Sitelu (Pakpak)
• Sembah Merkula-kula
• Manat Merdengan Tubuh
• Elek Marberru
Namun bukan berarti ada kasta dalam sistem kekerabatan Batak. Sistem kekerabatan Dalihan na Tolu adalah bersifat kontekstual. Sesuai konteksnya, semua masyarakat Batak pasti pernah menjadi Hulahula, juga sebagai Dongan Tubu, juga sebagai Boru. Jadi setiap orang harus menempatkan posisinya secara kontekstual.
Sehingga dalam tata kekerabatan, semua orang Batak harus berperilaku 'raja'. Raja dalam tata kekerabatan Batak bukan berarti orang yang berkuasa, tetapi orang yang berperilaku baik sesuai dengan tata krama dalam sistem kekerabatan Batak. Maka dalam setiap pembicaraan adat selalu disebut Raja ni Hulahula, Raja no Dongan Tubu dan Raja ni Boru.
Kontroversi
Sebagian orang Karo, Angkola, dan Mandailing tidak menyebut dirinya sebagai bagian dari suku Batak. Wacana itu muncul disebabkan karena pada umumnya kategori "Batak" dipandang rendah oleh bangsa-bangsa lain. Selain itu, perbedaan agama juga menyebabkan sebagian orang Tapanuli tidak ingin disebut sebagai Batak. Di pesisir timur laut Sumatera, khususnya di Kota Medan, perpecahan ini sangat terasa. Terutama dalam hal pemilihan pemimpin politik dan perebutan sumber-sumber ekonomi. Sumber lainnya menyatakan kata Batak ini berasal dari rencana Gubernur Jenderal Raffles yang membuat etnik Kristen yang berada antara Kesultanan Aceh dan Kerajaan Islam Minangkabau, di wilayah Barus Pedalaman, yang dinamakan Batak. Generalisasi kata Batak terhadap etnik Mandailing (Angkola) dan Karo, umumnya tak dapat diterima oleh keturunan asli wilayah itu. Demikian juga di Angkola, yang terdapat banyak pengungsi muslim yang berasal dari wilayah sekitar Danau Toba dan Samosir, akibat pelaksanaan dari pembuatan afdeeling Bataklanden oleh pemerintah Hindia Belanda, yang melarang penduduk muslim bermukim di wilayah tersebut.
Konflik terbesar adalah pertentangan antara masyarakat bagian utara Tapanuli dengan selatan Tapanuli, mengenai identitas Batak dan Mandailing. Bagian utara menuntut identitas Batak untuk sebagain besar penduduk Tapanuli, bahkan juga wilayah-wilayah di luarnya. Sedangkan bagian selatan menolak identitas Batak, dengan bertumpu pada unsur-unsur budaya dan sumber-sumber dari Barat. Penolakan masyarakat Mandailing yang tidak ingin disebut sebagai bagian dari etnis Batak, sempat mencuat ke permukaan dalam Kasus Syarikat Tapanuli (1919-1922), Kasus Pekuburan Sungai Mati (1922), dan Kasus Pembentukan Propinsi Tapanuli (2008-2009).
Dalam sensus penduduk tahun 1930 dan 2000, pemerintah mengklasifikasikan Simalungun, Karo, Toba, Mandailing, Pakpak dan Angkola sebagai etnis Batak.
Senin, 21 Juli 2014
A. Pengertian Packet Tracer
Packet Tracer adalah sebuah software yang dikembangkan oleh Cisco. Dimana software tersebut berfungsi untuk membuat suatu simulator jaringan komputer atau sering disebut dengan computer network. Dalam software ini telah tersedia beberapa komponen–komponen atau alat–alat yang sering dipakai atau digunakan dalam system network tersebut, Diantara lain seperti LAN Cable ( cross over, straight, console, dll ), Serial Cable , Computer, End Devices, Router, Switch, Hubs, Wireless Devices, Connections, Wan Emulation dan lain sebagainya. Sehingga kita dapat dengan mudah membuat sebuah simulasi jaringan komputer di dalam PC Anda. Simulasi ini berfungsi untuk mengetahui cara kerja pada tiap–tiap alat tersebut dan cara pengiriman sebuah pesan (packet data) dari komputer 1 ke komputer lainnya.Aplikasi ini dapat digunakan untuk simulasi dari desain, konfigurasi hingga troubleshooting. Pengguna dapat secara langsung mengatur dan mengkonfigurasi jaringan yang akan di desainnya. Selayaknya pengguna secara nyata seakan akan di depan komputer yang terhubung ke jaringan. Tampilan yang iteraktif dan kompleks, sehingga memungkinkan pengguna dapat mengembangkan kemampuan dalam mengatur jaringan secara interaktip dan menarik, sehingga kita dapat bermain sambil belajar dari aplikasi ini.
Pada saat artikel ini dibuat sudah mencapai versi 5.x. Penggunaan software ini bisa untuk pemula, menengah sampai mahir. Karena hanya dengan drag and drop icon (computer, end devices, router, switch, hubs, wireless devices, connections, wan emulation) yang diinginkan, Anda bisa melakukan simulasi jaringan dengan mudah dan cepat.
Beberapa penggunaannya hampir sama dengan setting pada sistem operasi yang biasa Anda gunakan, misalnya untuk setting IP, atau CLI seperti command prompt Windows tersedia di software ini atau mungkin terminal Linux juga terdapat pada software simulasi jaringan ini. Sehingga tidak begitu sulit untuk mengenal dan menggunakan software ini.
Bagi seorang mahasiswa software ini sudah terbukti sangat membantu dalam peningkatan ilmu pengetahuan di bidang jaringan atau sejenisnya karena dalam praktek matakuliah jaringan komputer andaikan tanpa simulasi saya harus mengeluarkan banyak biaya, Untuk para pekerja atau masyarakat umum, software ini pasti sangat berguna pula dalam pekerjaan Anda, percobaan simulasi jaringan bisa Anda gunakan menggunakan software Packet Tracer ini sebelum melakukan jaringan komputer secara real/nyata. Sehingga menghindari resiko kesalahan dan menghemat waktu dalam analisis jaringan komputer.
Berikut fasilitas yang baru di Packet Tracer 5.3
Improved Linksys models, wireless security
New PPPoE, enhanced IPSec, Cable and DSL enhancements
Call Manager Express (VOIP support)
FTP server and routers/switches -Server and Client
Email system (SMTP –POP3) -Server and Client
Improved multiareaOSPF, EIGRP
BGP–realistic representation of Internet for scenarios
Generic IP end devices –to create more versatility in device creation
Activity Wizard Initial Tree enhancements –more scenario variations
Untuk membuat sebuah konfigurasi jaringan pada Packet Tracer, jenis-jenis kabel penghubung ditentukan berdasarkan aturan sebagai berikut :
Untuk mengkoneksikan peralatan yang berbeda, gunakan kabel Straight-through :
Router - Switch
Router - Hub
PC - Switch
PC - Hub
Untuk mengkoneksikan peralatan yang sama, gunakan kabel Cross-Over :
Router - Router
PC - PC
Switch - Switch
Switch - Hub
Untuk mengkonfigurasi Router melalui PC gunakan kabel Roll-Over.
B. Langkah Percobaan
1. Buka program Cisco Packet Tracer
2. Percobaan Pertama, ambil dua buah PC-PT yang berada pada End Devices lalu hubungkan kedua PC-PT tersebut menggunakan kabel Cross-Over yang ada pada Connections.
3. Konfigurasi masing-masing device, Caranya Double klik PC yang ingin dikonfigurasi --> Config --> FastEthernet.
Konfigurasi PC pertama
Konfigurasi PC kedua
proses konfigurasi merupakan bagian penting dalam susunan jaringan. Proses konfigurasi di masing-masing device diperlukan untuk mengaktifkan fungsi dari device tersebut. Proses konfigurasi meliputi pemberian IP Address dan subnet mask pada interface-interface device, pemberian label nama dan sebagainya.
4. Kemudian lakukan proses simulasi untuk memastikan apakah jaringan yang sudah dibuat dapat berjalan dengan baik atau tidak. Sebelum menjalankan proses ini, pastikan bahwa antar device sudah terkoneksi dengan benar, yaitu dengan perintah ping ke device tujuan. Contoh : dari device dengan IP address 192.168.0.1 dilakukan ping ke device tujuan 192.168.0.2. Jika koneksi tersambung dengan baik, akan muncul balasan sebagai berikut :
Langkah-langkah melakukan PING, double klik PC --> Desktop --> Command Prompt.
5. Percobaan kedua, ambil tiga buah PC pada End Devices dan sebuah HUB. Tambahkan PDU yang terletak di panel sebelah kanan dan klik di PC pengirim kemudian klik satu kali lagi pada PC penerima. Jangan lupa untuk mengatur IP Address dan Subnet Mask ketiga PC tersebut.
6. Untuk menjalankan simulasi, klik panel simulasi pada menu utama Packet Tracer, akan muncul display Simulation Panel. Jenis-jenis paket yang dikirim meliputi paket ARP, Telnet, EIGRP, OSPF, ICMP dan sebagainya.
Namun disini hanya melakukan pengiriman melalui paket ICMP dengan cara klik Edit Filters dan check list ICMP.
7. Percobaan ketiga, sama seperti percobaan kedua tetapi pada percobaan ini HUB diganti dengan Switch. Ambil 3 buah PC pada End Devices dan sebuah Switch. Tambahkan PDU yang terletak di panel sebelah kanan dan klik di PC pengirim kemudian klik satu kali lagi pada PC penerima.
Perbedaan penggunaan Hub dan Switch, di dalam hub tidak ada proses apa-apa dalam menangani traffic jaringan. Hub hanya mengulang sinyal yang masuk ke seluruh port yang ada pada hub tersebut. Ini akan sangat berbeda dengan switch, di dalam switch setiap port berfungsi juga sebagai suatu bridge. Jika suatu port terhubung dengan suatu device maka secara prinsipal setiap device akan bersifat independen terhadap device lainnya. Perbedaan lainnya lagi adalah bahwa 10/100 ethernet hub hanya bekerja secara half-duplex, ini artinya adalah sebuah device hanya dapat mengirim atau menerima data pada suatu waktu tertentu. Switch mampu bekerja secara full-duplex yang artinya mampu menerima dan mengirimkan data pada saat yang bersamaan. Ini semua bisa dilakukan karena switch dapat secara pintar melakukan forward traffic paket data khusus hanya kepada device-device yang terlibat saja.
8. Percobaan keempat, ambil 6 buah PC, satu buah Hub, satu buah Switch, dan tambahkan PDU, kali ini saya menggunakan PC0 sebagai pengirim dan PC5 sebagai penerima. Hubungkan masing-masing device seperti ini.
9. percobaan kelima menggunakan 12 buah PC dan 5 buah Switch.
10. Percobaan keenam, device yang digunakan seperti percobaan 4, tetapi kali ini saya menambahkan PDU lagi pada PC1 dan PC5 sebagai penerima.
Pada gambar diatas terjadi Collision karena data dikirim dalam waktu yang bersamaan.
Jumat, 18 Juli 2014
Merakit Power Amplifier 2X 1000 Watt untuk sound system rakitan dengan transistor jengkol dan Sanken. Bagian-I
http://silaelektronik.blogspot.com/2013/12/merakit-power-amplifier-2x-1000-watt.htmlMerakit Power Amplifier 2X 1000 Watt untuk sound system rakitan dengan transistor jengkol dan Sanken.
Bagian-I Merakit Power Amplifier dengan transistor jengkol MJ15004 dan MJ15003 dari ON/Motorola, Mexico.
Ini hanya selingan sebab ini bukan pekerjaan utama saya, hanya sekedar menyalurkan hobi dan sharing bagi yang sama-sama belajar.
Tidak dipungkiri lagi bahwa dipasaran banyak beredar power amplifier 2x 1000W yang sudah jadi. Namun harganya masih menyentuh sekitaran 5-7 juta, itu yang buatan China, CA series. Kalau yang build up semisal Peavey CS series, jangan tanya deh, muahal banget. Bagi yang baru memulai membangun sound system atau group band kecil untuk latihan, tidak ada salahnya untuk merakit power amplifier sendiri. Tapi kalau 2X 1000Watt untuk latihan band bisa dilempar bata sama tetangga.
Saat berkunjung kerumah temen di Bandung, saya berdiskusi dan mencari alternatif untuk membuat power amplifier 1000Watt, mono block. Akhirnya ketemu juga , berikut gambar skemanya, klik untuk zoom :
1000wattakanghadi
kit tanpa power transistor :
kitakanghadi
Lalu digandengan dengan 4 set (8pcs) power transistor jengkol MJ15004 dan MJ15003 dari ON/Motorola, Mexico.
transistorakanghadi
Menggunakan trafo 30A dengan tegangan AC 2X42VAC CT. Bukan gak seneng pakai merk Bell, namun ingin menjajal trafo buatan kawan.
Untuk elko power supply menggunakan 15.000uF / 100V sebanyak enam buah.
elkoakanghadi
Speaker protector disertakan untuk menahan tegangan kejut ke speaker saat pertamakali power amp dihidupkan.
Setelah dirakit hasilnya seperti ini, trafo 30A bukan 40A, katanya sih salah cetak label trafo.
hasilakhir2akanghadi.com
hasilakhirakanghadi.com
Untuk pengujian saya memakai spreaker Woofer Black Spider BS-1598 15” dan untuk Fullrange saya pakai Celection G15-80 15”. Mixer menggunakan mixer rakitan 8Ch dan input dari MP3 komputer. Semua rakitan karena ingin mendengar suara aslinya.
speakerakanghadi
Tendangan bass cukup memuaskan namun mixer sendiri kewalahan karena tone controlnya tidak bisa mengangkat semua frekuensi lagu yang diinginkan.
backakanghadi
Selanjutnya saya selipkan parametriq equalizer rakitan diantara mixer dan power amplifier. Nah, suara nada rendah (low/bass) mulai menghantam dan tone control mixer berfungsi dengan normal pada posisi setengah dan ¾ putaran.
Kurangpuas dengan rangkaian mixer-parametriq-power amplifier, saya tambahkan equalizer local dengan susunan :
Mixer-parametriq-equalizer 15Ch-power amplifier. Barulah saya temukan nada low-mid-high yang diinginkan, suara low benar-benar bulat menghantam dada tanpa cacat. Mid keluar tanpa menyakitkan telinga dan High tidak maksimum karena saya menggunakan Fullrange tanpa Tweeter.
rangkaianlengkap
Semua rakitan di atas saya pajang di toko elektronik saya. Tutup kasing power amplifier sengaja pakai mika agar dapat dilihat isinya sama pengunjung toko.
Bagian-II Merakit Power Amplifier dengan transistor Sanken 2SA1494 dan 2SC3858
Week end ini ada kesempatan nulis padahal pekerjaan makin numpuk ….
Pada tulisan yang lalu tentang merakit power amplifier berdaya 2X 1000 Watt, saya banyak menerima SMS dan email, saya tampung dulu. Saya tuangkan dalam tulisan kali ini yang akan saya mulai dari awal pembuatan power amplifier 2X 800 Watt . Rangkaian dasar menggunakan rangkaian yang sama seperti gambar untuk power 1000watt.
Namun kali ini kita coba dengan menggunakan transistor Sanken 2SA1494 dan 2SC3858. Menggunakan trafo 20A CT 47VAC. Daya yang diharapkan adalah 2X 800 watt. Loh… kok dayanya malah makin kecil. Jangan kuatir, kit ini bisa menjadi badak bila dilakukan :
1. Bridge , mono. Gunakan Opamp pembalik fasa pada inputnya.
2. Trafo di upgrade dari 20A jadi 30A
3. Menggunakan transistor MJ15003 MJ15004
4. 12 buah elko 10.000uF / 100V.
Kali ini kita hanya akan merakit 2X 800 Watt. Gambar kit sama seperti sebelumnya. Saya jual juga deh, biar tidak penasaran harga kit RP.80.000 , tanpa transistor power Sanken.
Tidak banyak perubahan seperti halnya power amplifier 2x 1000Watt terdahulu, konfigurasi hampir sama. Namun untuk pemasangan transistor power menjadi lebih simple seperti terlihat pada gambar.
sankenakanghadi
kitpendinginakanghadi
Ruangan menjadi lebih luas, padahal box power amplifier ini ukurannya lebih kecil. Langsung saja lihat gambar.
inside1akanghadi
inside3akanghadi
inside2akanghadi
inside4akanghadi
Untuk uji ukur, input digroundkan, ukur dengan multi meter dalam level mV. Lihat skema di atas :
1. Gunakan multi meter digital, probe merah pada pertemuan antara resistor 0.27 Ohm dengan emitor transistor 2SA1494 , probe negative ke output power tanpa speaker/beban, maka akan terukur tegangan antara 10mV- 27mV. Mari kita buat hitungan sederhana.
Aus Bias transistor = Tegangan drop / Remitor atau
Iq = Vdrop / Re , pada pengukuran diatas misalnya terukur 12mV = 0.012V, maka
Iq = 0.012 / 0.27 = 0,044A = 44mA
Pastikan hasil pengukuran ada dalam range 40mA – 100 mA. Ukur untuk semua transistor 2SA1494.
2. Lakukan hal yang sama pada semua 2SC3858.
3. Langkah 1 dan 2 di atas untuk memastikan arus bias pada masing-masing transistor sama. Bila hasil pengukuran diluar 40mA-100mA dipastikan suara akan cacat karena transistor saturasi dan terjadi crossover distortion.
Disarankan mengukur dengan multimeter digital yang impedansinya lebih tinggi dari pada multimeter analog/jarum.
Bila tidak ditemukan bias current sesuai spesifikasi diatas dan terjadi pada satu atau dua buah transistor power, sebaiknya dilakukan pengecekan pada transistor yang bersangkutan.
Selanjutnya uji dengar setelah semua dirakit dengan benar. Saat dilakukan uji dengar saya gunakan dua buah konfigurasi sebagai perbandingan , yaitu menggunakan mixer China dan Behringer :
1. DVD player Samsung – Mixer 8Ch buatan China – Parametric EQ rakitan – Power Amplifier – LOW speaker Black spider – MID-HIGH melalui pasif crossover.
Suara sangat jernih, namun suara LOW kurang bulat dan kurang menghentak. MID-HIGH sangat memuaskan.
chinamixerakanghadi
2. DVD player Samsung – Mixer Behringer Xenyx 1202FX – Parametric EQ rakitan – Power Amplifier – LOW speaker Black spider – MID-HIGH melalui pasif crossover.
behringerakanghadi
speaker2akanghadi
Suara MID-HIGH lebih jernih, LOW sangat bulat dan menghantam rata…. Jelas jauh ya kualitasnya, kaya bandingin Ayam jago sama Macan saja. Saya hanya ingin tahu kualitas PA yang dibuat. Bagaimanapun harus didukung tone dan equalisasi yang baik karena tugas PA hanya menguatkan sinyal yang telah di equalisasi.
Kamis, 10 April 2014
Cara Buat Web Sederhana Dengan Mudah
Dari PHP.com
1. Script home.php
2. Script formpetugas.php
3. Script form editpetugas.phpEdit Data
4. Script listpetugas.php
Edit Data
5. Script deletepetugas.php
Kembali";
?>
6. Script entripetugas.php
Kembali";
?>
7. Script koneksi2.php
8. Script updatepetugas.php
Kembali";
?>
Cara nyimpan program: data c > xampp > htdoc > new folder
Setelah di buat programnya: Browser ke Mozila
Localhost/nama folder didata c,
Selamat Mencoba ya temanku:”senang berbagi ilmu”
3. Script form editpetugas.php
Cara Buat Web
Sederhana Dengan Mudah
Dari PHP.com
Dari PHP.com
1.
Script home.php
<style type="text/css">
body p {
text-align:
center;
}
body p {
font-family:
"Courier New", Courier, monospace;
}
body p {
font-weight:
bold;
}
body p {
font-size:
36px;
}
body p {
color:
#03F;
}
</style>
<body
background="Foto0132.jpg">
<form name="form1"
method="post" action="">
<p>WELCOME TO MY WEBSITE</p>
<p>BG NAGA</p>
<p><a href="listpetugas.php"><img
src="hanura.png" width="200" height="200"
hspace="5" vspace="4"
border="10"></a></p>
</form>
</body>

2.
Script formpetugas.php
<style type="text/css">
<!--
.style6 {color: #0000FF; font-family:
"Courier New", Courier, monospace; font-weight: bold; font-size:
24px; }
.style7 {font-size: 24px}
.style8 {color: #0000FF; font-size:
xx-large; font-family: "Courier New", Courier, monospace;
font-weight: bold; }
-->
</style>
<form name="form1"
method="post" action="entripetugas.php">
<p align="center"><span
class="style8">"SELAMAT DATANG DI WEBSITE SEDERHANA
YOANNES </span></p>
<p align="center"><span class="style8">
SINAGA NPM: 12320109"</span></p>
<table width="442" border="0"
align="center" bgcolor="#00FF33">
<tr>
<td colspan="2" align="center"><div
align="center" class="style6">FORM DATA PETUGAS
</div></td>
</tr>
<tr>
<td width="213"><span
class="style6">Nip</span></td>
<td width="213"><span
class="style6">
<label>
<input name="nip" type="text"
id="nip">
</label>
</span></td>
</tr>
<tr>
<td><span
class="style6">Nama</span></td>
<td><span class="style6">
<label>
<input name="nama" type="text"
id="nama">
</label>
</span></td>
</tr>
<tr>
<td><span
class="style6">Jenkel</span></td>
<td><span class="style6">
<label>
<input name="jk" type="text"
id="jk">
</label>
</span></td>
</tr>
<tr>
<td><span
class="style6">Alamat</span></td>
<td><span class="style6">
<label>
<input name="almt" type="text"
id="almt">
</label>
</span></td>
</tr>
<tr>
<td><span
class="style6">Phone</span></td>
<td><span class="style6">
<label>
<input name="telp" type="text"
id="telp">
</label>
</span></td>
</tr>
<tr>
<td><span class="style6">
<label>
<input type="submit"
name="Submit" value="Simpan">
<input type="reset" name="Submit2"
value="Batal">
</label>
</span></td>
<td><span class="style7"></span></td>
</tr>
</table>
</form>

3.
Script form editpetugas.php
<?php
$sambung =
mysql_connect("localhost","root","") or die
("gagal konek ke server.");
mysql_select_db("coba3") or die
("gagal membuka database.");
$Nip= $_GET['Nip'];
$query= "select*from petugas where
Nip='$Nip'";
$result= mysql_query($query,$sambung) or
die ("gagal melakukan query");
$buff = mysql_fetch_array($result);
mysql_close($sambung);
?>
<html>
<head><title>Edit
Data</title>
<style type="text/css">
<!--
.style1 {
font-family:
"Courier New", Courier, monospace;
font-size:
24;
font-weight:
bold;
font-style:
italic;
}
.style2 {
font-family:
"Courier New", Courier, monospace;
font-weight:
bold;
font-size:
24px;
color:
#0000FF;
}
.style4 {
font-family:
"Courier New", Courier, monospace;
font-size:
24px;
font-weight:
bold;
font-style:
italic;
color:
#0000FF;
}
-->
</style>
</head>
<body
background="1753566636renderkamuis5.png">
<form name="form1"
method="post" action="updatepetugas.php">
<p align="center"
class="style1"> </p>
<p align="center"
class="style1"> </p>
<p align="center" class="style1 style2">FORM
EDIT DATA PETUGAS</p>
<table width="477" border="0"
align="center">
<tr>
<td width="230" class="style4">Nip</td>
<td width="231" class="style4"><label>
<input name="nip" type="text" id="nip"
value="<?php echo $buff['Nip']; ?>">
</label></td>
</tr>
<tr>
<td class="style4">Nama</td>
<td class="style4"><label>
<input name="nama" type="text"
id="nama" value="<?php echo $buff['Nama']; ?>">
</label></td>
</tr>
<tr>
<td class="style4">Jenkel</td>
<td class="style4"><label>
<input name="jk" type="text" id="jk"
value="<?php echo $buff['Jenkel']; ?>">
</label></td>
</tr>
<tr>
<td class="style4">Alamat</td>
<td class="style4"><label>
<input name="almt" type="text"
id="almt" value="<?php echo $buff['Alamat']; ?>">
</label></td>
</tr>
<tr>
<td class="style4">Phone</td>
<td class="style4"><label>
<input name="telp" type="text"
id="telp" value="<?php echo $buff['Phone']; ?>">
</label></td>
</tr>
<tr>
<td class="style4"><label>
<input type="submit" name="Submit"
value="Simpan">
<input type="reset" name="Submit2"
value="Batal">
</label></td>
<td class="style4"> </td>
</tr>
</table>
<p> </p>
</form>
</body>
</html>

4.
Script listpetugas.php
<?php
$sambung =
mysql_connect("localhost","root","") or die
("gagal konek ke server.");
mysql_select_db("coba3") or die
("gagal membuka database.");
$Nip= $_GET['Nip'];
$query= "select*from petugas where
Nip='$Nip'";
$result= mysql_query($query,$sambung) or
die ("gagal melakukan query");
$buff = mysql_fetch_array($result);
mysql_close($sambung);
?>
<html>
<head><title>Edit
Data</title>
<style type="text/css">
<!--
.style1 {
font-family:
"Courier New", Courier, monospace;
font-size:
24;
font-weight:
bold;
font-style:
italic;
}
.style2 {
font-family:
"Courier New", Courier, monospace;
font-weight:
bold;
font-size:
24px;
color:
#0000FF;
}
.style4 {
font-family:
"Courier New", Courier, monospace;
font-size:
24px;
font-weight:
bold;
font-style:
italic;
color:
#0000FF;
}
-->
</style>
</head>
<body
background="1753566636renderkamuis5.png">
<form name="form1"
method="post" action="updatepetugas.php">
<p align="center"
class="style1"> </p>
<p align="center"
class="style1"> </p>
<p align="center" class="style1 style2">FORM
EDIT DATA PETUGAS</p>
<table width="477" border="0" align="center">
<tr>
<td width="230" class="style4">Nip</td>
<td width="231" class="style4"><label>
<input name="nip" type="text" id="nip"
value="<?php echo $buff['Nip']; ?>">
</label></td>
</tr>
<tr>
<td class="style4">Nama</td>
<td class="style4"><label>
<input name="nama" type="text"
id="nama" value="<?php echo $buff['Nama']; ?>">
</label></td>
</tr>
<tr>
<td class="style4">Jenkel</td>
<td class="style4"><label>
<input name="jk" type="text" id="jk"
value="<?php echo $buff['Jenkel']; ?>">
</label></td>
</tr>
<tr>
<td class="style4">Alamat</td>
<td class="style4"><label>
<input name="almt" type="text"
id="almt" value="<?php echo $buff['Alamat']; ?>">
</label></td>
</tr>
<tr>
<td class="style4">Phone</td>
<td class="style4"><label>
<input name="telp" type="text"
id="telp" value="<?php echo $buff['Phone']; ?>">
</label></td>
</tr>
<tr>
<td class="style4"><label>
<input type="submit" name="Submit"
value="Simpan">
<input type="reset" name="Submit2"
value="Batal">
</label></td>
<td class="style4"> </td>
</tr>
</table>
<p> </p>
</form>
</body>
</html>

5.
Script deletepetugas.php
<?php
include("koneksi2.php");
mysql_query("delete from petugas where
Nip='$_GET[Nip]'");
echo"Data Telah dihapus<br>
<a
href=\"listpetugas.php\">Kembali</a>";
?>
6.
Script entripetugas.php
<?php
include("koneksi2.php");
error_reporting(0);
$Nip=$_POST['nip'];
$Nama=$_POST['nama'];
$Jenkel=$_POST['jk'];
$Alamat=$_POST['almt'];
$Phone=$_POST['telp'];
$query = mysql_query("insert into
petugas values('$Nip','$Nama','$Jenkel','$Alamat','$Phone')");
echo "Data Telah
Tersimpan<br><a
href=\"formpetugas.php\">Kembali</a>";
?>
7.
Script koneksi2.php
<?php
$host="localhost";
$user="root";
$pass="";
$db="coba3";
$sambung=mysql_connect($host,$user,$pass);
mysql_select_db($db,$sambung);
?>
8.
Script updatepetugas.php
<?php
include("koneksi2.php");
$Nip=$_POST['nip'];
$Nama=$_POST['nama'];
$Jenkel=$_POST['jk'];
$Alamat=$_POST['almt'];
$Phone=$_POST['telp'];
$query= mysql_query("update petugas set
NAMA='$Nama',JENKEL='$Jenkel',ALAMAT='$Alamat',PHONE='$Phone' where
Nip='$Nip'");
echo "Data Telah
Diupdate<br><a href=\"listpetugas.php\">Kembali</a>";
?>
Cara nyimpan program: data c > xampp > htdoc > new
folder
Setelah di buat programnya: Browser ke Mozila
Localhost/nama folder didata c,
Selamat Mencoba ya temanku:”senang
berbagi ilmu”
Langganan:
Komentar (Atom)