Senin, 21 Juli 2014

A. Pengertian Packet Tracer Packet Tracer adalah sebuah software yang dikembangkan oleh Cisco. Dimana software tersebut berfungsi untuk membuat suatu simulator jaringan komputer atau sering disebut dengan computer network. Dalam software ini telah tersedia beberapa komponen–komponen atau alat–alat yang sering dipakai atau digunakan dalam system network tersebut, Diantara lain seperti LAN Cable ( cross over, straight, console, dll ), Serial Cable , Computer, End Devices, Router, Switch, Hubs, Wireless Devices, Connections, Wan Emulation dan lain sebagainya. Sehingga kita dapat dengan mudah membuat sebuah simulasi jaringan komputer di dalam PC Anda. Simulasi ini berfungsi untuk mengetahui cara kerja pada tiap–tiap alat tersebut dan cara pengiriman sebuah pesan (packet data) dari komputer 1 ke komputer lainnya.Aplikasi ini dapat digunakan untuk simulasi dari desain, konfigurasi hingga troubleshooting. Pengguna dapat secara langsung mengatur dan mengkonfigurasi jaringan yang akan di desainnya. Selayaknya pengguna secara nyata seakan akan di depan komputer yang terhubung ke jaringan. Tampilan yang iteraktif dan kompleks, sehingga memungkinkan pengguna dapat mengembangkan kemampuan dalam mengatur jaringan secara interaktip dan menarik, sehingga kita dapat bermain sambil belajar dari aplikasi ini. Pada saat artikel ini dibuat sudah mencapai versi 5.x. Penggunaan software ini bisa untuk pemula, menengah sampai mahir. Karena hanya dengan drag and drop icon (computer, end devices, router, switch, hubs, wireless devices, connections, wan emulation) yang diinginkan, Anda bisa melakukan simulasi jaringan dengan mudah dan cepat. Beberapa penggunaannya hampir sama dengan setting pada sistem operasi yang biasa Anda gunakan, misalnya untuk setting IP, atau CLI seperti command prompt Windows tersedia di software ini atau mungkin terminal Linux juga terdapat pada software simulasi jaringan ini. Sehingga tidak begitu sulit untuk mengenal dan menggunakan software ini. Bagi seorang mahasiswa software ini sudah terbukti sangat membantu dalam peningkatan ilmu pengetahuan di bidang jaringan atau sejenisnya karena dalam praktek matakuliah jaringan komputer andaikan tanpa simulasi saya harus mengeluarkan banyak biaya, Untuk para pekerja atau masyarakat umum, software ini pasti sangat berguna pula dalam pekerjaan Anda, percobaan simulasi jaringan bisa Anda gunakan menggunakan software Packet Tracer ini sebelum melakukan jaringan komputer secara real/nyata. Sehingga menghindari resiko kesalahan dan menghemat waktu dalam analisis jaringan komputer. Berikut fasilitas yang baru di Packet Tracer 5.3 Improved Linksys models, wireless security New PPPoE, enhanced IPSec, Cable and DSL enhancements Call Manager Express (VOIP support) FTP server and routers/switches -Server and Client Email system (SMTP –POP3) -Server and Client Improved multiareaOSPF, EIGRP BGP–realistic representation of Internet for scenarios Generic IP end devices –to create more versatility in device creation Activity Wizard Initial Tree enhancements –more scenario variations Untuk membuat sebuah konfigurasi jaringan pada Packet Tracer, jenis-jenis kabel penghubung ditentukan berdasarkan aturan sebagai berikut : Untuk mengkoneksikan peralatan yang berbeda, gunakan kabel Straight-through : Router - Switch Router - Hub PC - Switch PC - Hub Untuk mengkoneksikan peralatan yang sama, gunakan kabel Cross-Over : Router - Router PC - PC Switch - Switch Switch - Hub Untuk mengkonfigurasi Router melalui PC gunakan kabel Roll-Over. B. Langkah Percobaan 1. Buka program Cisco Packet Tracer 2. Percobaan Pertama, ambil dua buah PC-PT yang berada pada End Devices lalu hubungkan kedua PC-PT tersebut menggunakan kabel Cross-Over yang ada pada Connections. 3. Konfigurasi masing-masing device, Caranya Double klik PC yang ingin dikonfigurasi --> Config --> FastEthernet. Konfigurasi PC pertama Konfigurasi PC kedua proses konfigurasi merupakan bagian penting dalam susunan jaringan. Proses konfigurasi di masing-masing device diperlukan untuk mengaktifkan fungsi dari device tersebut. Proses konfigurasi meliputi pemberian IP Address dan subnet mask pada interface-interface device, pemberian label nama dan sebagainya. 4. Kemudian lakukan proses simulasi untuk memastikan apakah jaringan yang sudah dibuat dapat berjalan dengan baik atau tidak. Sebelum menjalankan proses ini, pastikan bahwa antar device sudah terkoneksi dengan benar, yaitu dengan perintah ping ke device tujuan. Contoh : dari device dengan IP address 192.168.0.1 dilakukan ping ke device tujuan 192.168.0.2. Jika koneksi tersambung dengan baik, akan muncul balasan sebagai berikut : Langkah-langkah melakukan PING, double klik PC --> Desktop --> Command Prompt. 5. Percobaan kedua, ambil tiga buah PC pada End Devices dan sebuah HUB. Tambahkan PDU yang terletak di panel sebelah kanan dan klik di PC pengirim kemudian klik satu kali lagi pada PC penerima. Jangan lupa untuk mengatur IP Address dan Subnet Mask ketiga PC tersebut. 6. Untuk menjalankan simulasi, klik panel simulasi pada menu utama Packet Tracer, akan muncul display Simulation Panel. Jenis-jenis paket yang dikirim meliputi paket ARP, Telnet, EIGRP, OSPF, ICMP dan sebagainya. Namun disini hanya melakukan pengiriman melalui paket ICMP dengan cara klik Edit Filters dan check list ICMP. 7. Percobaan ketiga, sama seperti percobaan kedua tetapi pada percobaan ini HUB diganti dengan Switch. Ambil 3 buah PC pada End Devices dan sebuah Switch. Tambahkan PDU yang terletak di panel sebelah kanan dan klik di PC pengirim kemudian klik satu kali lagi pada PC penerima. Perbedaan penggunaan Hub dan Switch, di dalam hub tidak ada proses apa-apa dalam menangani traffic jaringan. Hub hanya mengulang sinyal yang masuk ke seluruh port yang ada pada hub tersebut. Ini akan sangat berbeda dengan switch, di dalam switch setiap port berfungsi juga sebagai suatu bridge. Jika suatu port terhubung dengan suatu device maka secara prinsipal setiap device akan bersifat independen terhadap device lainnya. Perbedaan lainnya lagi adalah bahwa 10/100 ethernet hub hanya bekerja secara half-duplex, ini artinya adalah sebuah device hanya dapat mengirim atau menerima data pada suatu waktu tertentu. Switch mampu bekerja secara full-duplex yang artinya mampu menerima dan mengirimkan data pada saat yang bersamaan. Ini semua bisa dilakukan karena switch dapat secara pintar melakukan forward traffic paket data khusus hanya kepada device-device yang terlibat saja. 8. Percobaan keempat, ambil 6 buah PC, satu buah Hub, satu buah Switch, dan tambahkan PDU, kali ini saya menggunakan PC0 sebagai pengirim dan PC5 sebagai penerima. Hubungkan masing-masing device seperti ini. 9. percobaan kelima menggunakan 12 buah PC dan 5 buah Switch. 10. Percobaan keenam, device yang digunakan seperti percobaan 4, tetapi kali ini saya menambahkan PDU lagi pada PC1 dan PC5 sebagai penerima. Pada gambar diatas terjadi Collision karena data dikirim dalam waktu yang bersamaan.

Jumat, 18 Juli 2014

Merakit Power Amplifier 2X 1000 Watt untuk sound system rakitan dengan transistor jengkol dan Sanken. Bagian-I

http://silaelektronik.blogspot.com/2013/12/merakit-power-amplifier-2x-1000-watt.htmlMerakit Power Amplifier 2X 1000 Watt untuk sound system rakitan dengan transistor jengkol dan Sanken. Bagian-I Merakit Power Amplifier dengan transistor jengkol MJ15004 dan MJ15003 dari ON/Motorola, Mexico. Ini hanya selingan sebab ini bukan pekerjaan utama saya, hanya sekedar menyalurkan hobi dan sharing bagi yang sama-sama belajar. Tidak dipungkiri lagi bahwa dipasaran banyak beredar power amplifier 2x 1000W yang sudah jadi. Namun harganya masih menyentuh sekitaran 5-7 juta, itu yang buatan China, CA series. Kalau yang build up semisal Peavey CS series, jangan tanya deh, muahal banget. Bagi yang baru memulai membangun sound system atau group band kecil untuk latihan, tidak ada salahnya untuk merakit power amplifier sendiri. Tapi kalau 2X 1000Watt untuk latihan band bisa dilempar bata sama tetangga. Saat berkunjung kerumah temen di Bandung, saya berdiskusi dan mencari alternatif untuk membuat power amplifier 1000Watt, mono block. Akhirnya ketemu juga , berikut gambar skemanya, klik untuk zoom : 1000wattakanghadi kit tanpa power transistor : kitakanghadi Lalu digandengan dengan 4 set (8pcs) power transistor jengkol MJ15004 dan MJ15003 dari ON/Motorola, Mexico. transistorakanghadi Menggunakan trafo 30A dengan tegangan AC 2X42VAC CT. Bukan gak seneng pakai merk Bell, namun ingin menjajal trafo buatan kawan. Untuk elko power supply menggunakan 15.000uF / 100V sebanyak enam buah. elkoakanghadi Speaker protector disertakan untuk menahan tegangan kejut ke speaker saat pertamakali power amp dihidupkan. Setelah dirakit hasilnya seperti ini, trafo 30A bukan 40A, katanya sih salah cetak label trafo. hasilakhir2akanghadi.com hasilakhirakanghadi.com Untuk pengujian saya memakai spreaker Woofer Black Spider BS-1598 15” dan untuk Fullrange saya pakai Celection G15-80 15”. Mixer menggunakan mixer rakitan 8Ch dan input dari MP3 komputer. Semua rakitan karena ingin mendengar suara aslinya. speakerakanghadi Tendangan bass cukup memuaskan namun mixer sendiri kewalahan karena tone controlnya tidak bisa mengangkat semua frekuensi lagu yang diinginkan. backakanghadi Selanjutnya saya selipkan parametriq equalizer rakitan diantara mixer dan power amplifier. Nah, suara nada rendah (low/bass) mulai menghantam dan tone control mixer berfungsi dengan normal pada posisi setengah dan ¾ putaran. Kurangpuas dengan rangkaian mixer-parametriq-power amplifier, saya tambahkan equalizer local dengan susunan : Mixer-parametriq-equalizer 15Ch-power amplifier. Barulah saya temukan nada low-mid-high yang diinginkan, suara low benar-benar bulat menghantam dada tanpa cacat. Mid keluar tanpa menyakitkan telinga dan High tidak maksimum karena saya menggunakan Fullrange tanpa Tweeter. rangkaianlengkap Semua rakitan di atas saya pajang di toko elektronik saya. Tutup kasing power amplifier sengaja pakai mika agar dapat dilihat isinya sama pengunjung toko. Bagian-II Merakit Power Amplifier dengan transistor Sanken 2SA1494 dan 2SC3858 Week end ini ada kesempatan nulis padahal pekerjaan makin numpuk …. Pada tulisan yang lalu tentang merakit power amplifier berdaya 2X 1000 Watt, saya banyak menerima SMS dan email, saya tampung dulu. Saya tuangkan dalam tulisan kali ini yang akan saya mulai dari awal pembuatan power amplifier 2X 800 Watt . Rangkaian dasar menggunakan rangkaian yang sama seperti gambar untuk power 1000watt. Namun kali ini kita coba dengan menggunakan transistor Sanken 2SA1494 dan 2SC3858. Menggunakan trafo 20A CT 47VAC. Daya yang diharapkan adalah 2X 800 watt. Loh… kok dayanya malah makin kecil. Jangan kuatir, kit ini bisa menjadi badak bila dilakukan : 1. Bridge , mono. Gunakan Opamp pembalik fasa pada inputnya. 2. Trafo di upgrade dari 20A jadi 30A 3. Menggunakan transistor MJ15003 MJ15004 4. 12 buah elko 10.000uF / 100V. Kali ini kita hanya akan merakit 2X 800 Watt. Gambar kit sama seperti sebelumnya. Saya jual juga deh, biar tidak penasaran harga kit RP.80.000 , tanpa transistor power Sanken. Tidak banyak perubahan seperti halnya power amplifier 2x 1000Watt terdahulu, konfigurasi hampir sama. Namun untuk pemasangan transistor power menjadi lebih simple seperti terlihat pada gambar. sankenakanghadi kitpendinginakanghadi Ruangan menjadi lebih luas, padahal box power amplifier ini ukurannya lebih kecil. Langsung saja lihat gambar. inside1akanghadi inside3akanghadi inside2akanghadi inside4akanghadi Untuk uji ukur, input digroundkan, ukur dengan multi meter dalam level mV. Lihat skema di atas : 1. Gunakan multi meter digital, probe merah pada pertemuan antara resistor 0.27 Ohm dengan emitor transistor 2SA1494 , probe negative ke output power tanpa speaker/beban, maka akan terukur tegangan antara 10mV- 27mV. Mari kita buat hitungan sederhana. Aus Bias transistor = Tegangan drop / Remitor atau Iq = Vdrop / Re , pada pengukuran diatas misalnya terukur 12mV = 0.012V, maka Iq = 0.012 / 0.27 = 0,044A = 44mA Pastikan hasil pengukuran ada dalam range 40mA – 100 mA. Ukur untuk semua transistor 2SA1494. 2. Lakukan hal yang sama pada semua 2SC3858. 3. Langkah 1 dan 2 di atas untuk memastikan arus bias pada masing-masing transistor sama. Bila hasil pengukuran diluar 40mA-100mA dipastikan suara akan cacat karena transistor saturasi dan terjadi crossover distortion. Disarankan mengukur dengan multimeter digital yang impedansinya lebih tinggi dari pada multimeter analog/jarum. Bila tidak ditemukan bias current sesuai spesifikasi diatas dan terjadi pada satu atau dua buah transistor power, sebaiknya dilakukan pengecekan pada transistor yang bersangkutan. Selanjutnya uji dengar setelah semua dirakit dengan benar. Saat dilakukan uji dengar saya gunakan dua buah konfigurasi sebagai perbandingan , yaitu menggunakan mixer China dan Behringer : 1. DVD player Samsung – Mixer 8Ch buatan China – Parametric EQ rakitan – Power Amplifier – LOW speaker Black spider – MID-HIGH melalui pasif crossover. Suara sangat jernih, namun suara LOW kurang bulat dan kurang menghentak. MID-HIGH sangat memuaskan. chinamixerakanghadi 2. DVD player Samsung – Mixer Behringer Xenyx 1202FX – Parametric EQ rakitan – Power Amplifier – LOW speaker Black spider – MID-HIGH melalui pasif crossover. behringerakanghadi speaker2akanghadi Suara MID-HIGH lebih jernih, LOW sangat bulat dan menghantam rata…. Jelas jauh ya kualitasnya, kaya bandingin Ayam jago sama Macan saja. Saya hanya ingin tahu kualitas PA yang dibuat. Bagaimanapun harus didukung tone dan equalisasi yang baik karena tugas PA hanya menguatkan sinyal yang telah di equalisasi.